KALTARA.SIN.CO.ID – Penyelenggaraan TKA yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi wujud nyata upaya pengukuran capaian akademik murid yang objektif dan terstandar secara nasional. Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di daerah melakukan pemantauan pelaksanaan TKA di sejumlah satuan pendidikan yang tersebar di Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Salah satu sekolah yang dipantau adalah SMA Negeri 1 Arso, Kabupaten Keerom, yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini (PNG). Di sekolah ini, para murid menunjukkan antusiasme mengikuti TKA sebagai bagian dari upaya mengenali kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepala SMA Negeri 1 Arso, Marlina Abidondifu menyampaikan bahwa para murid telah mempersiapkan diri sejak jauh hari melalui uji coba dan latihan soal TKA. Pihak sekolah bersama para guru juga memberikan bimbingan belajar tambahan serta motivasi agar murid lebih siap dan percaya diri. “Anak-anak sangat antusias mempersiapkan diri. Mereka mengikuti uji coba dan mengerjakan contoh-contoh soal TKA untuk mengetahui kemampuan akademik sebagai langkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ungkap Marlina.
Guru mata pelajaran yang diujikan, Ani Supriyatini menambahkan bahwa sebagian besar materi yang diujikan telah disampaikan dalam pembelajaran di kelas. Ia berharap para murid dapat mengerjakan soal dengan baik dan percaya diri.
Semangat serupa dirasakan Rosario Farel Julio Cesar Hilapok, salah satu peserta TKA. Dengan logat papuanya Ia mengaku sempat gelisah sebelum memasuki ruang ujian karena khawatir tidak mampu menjawab soal. Namun, setelah mengikuti ujian, ia merasa soal-soal tersebut tidak sesulit yang dibayangkannya. “Awalnya sa takut tidak bisa menjawab soal-soal nanti, tapi setelah membaca soal dengan tenang sa menjadi percaya diri kalo sa yakin bisa menjawab soal-soal TKA deng baik,” kata Rosario.
Pengalaman pelaksanaan TKA juga dirasakan peserta di SMAK Terang Kasih Bangsa Papua, Jayapura. Kepala sekolah, Sepris O. Nenobais, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan dengan baik, meskipun sempat mengalami kendala jaringan pada sesi awal. “Sempat terjadi kendala dikarenakan jaringan, namun segera diatasi oleh tim teknis yang telah disiapkan oleh dinas pendidikan dan sekolah,” ujar Sepris.
Melalui pemantauan ini, BPMP Papua terus mendukung pelaksanaan TKA agar berjalan sesuai ketentuan, sekaligus mendorong perhatian terhadap kebutuhan satuan pendidikan dan kondisi nyata yang dihadapi murid di berbagai wilayah. TKA bukan sekadar mengerjakan soal, melainkan kesempatan bagi setiap murid untuk mengenali potensi diri dan mempersiapkan masa depan.(***)










